"Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembuan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu" (Galatia 22 : 22-23)
Kebaikan merupakan sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan, namun selalu diminta untuk dirasakan. Tanpa kebaikan orang Kristen tidak bisa menjadi contoh. Kebaikan adalah lawan keegoisan. Sifa egois membunuh kebaikan dari dalam diri seseorang. Kita memiliki nilai kebaikan seperti nilai kemurahan sebagai tanda aplikasi kasih.
Tanpa kebaikan, kita tidak akan dapat berbagi kepada sesama. Dunia mengajarkan kita untuk melakukan kebaikan kepada orang yang telah baik lebih dulu kepada kita, namun ini bukan kehendak Tuhan.
MIKHA 6 : 8 - Kebaikan menurut Alkitab; berlakulah adil, mencintai kesetiaan & hidup dengan rendah hati dihadapan Allahmu. Inilah kebaikan yang Tuhan mau - yang beralaskan kasih. Kebaikan dalam bahasa Ibrani: 'TOB' = Lurus Hati dan dalam bahasa Yunani: "AGATHOSUNE" = Mumi secara moral, menyenangkan Tuhan dan bermanfaat bagi orang lain. Kebaikan adalah kekudusan yang diekspresikan lewat melakukan yang terbaik bagi orang lain. Kebaikan bukanlah tindakan, melainkan apa yang ada didalam hati kita. Kebaika tidak dapat dipisahkan dari kemurahan.
Tanpa firman yang hidup kita akan menuruti apa yang dikatakan manusia (memenuhi standard manusia; bukan menaati perkataan Tuhan). Alkitab mengajarkan kebaikan, tidak ada hukum yang menentang itu (GALATIA 5 : 23). Orang yang hidup dalam keadilan - dalam kesetiaan & dalam kerendahan hati tidak akan ditentang oleh siapapun. Jika seseorang senantiasa ada dalam kesetiaan; maka hidupnya akan diberkati karena ia melakukan kebaikan.
2 Bagian Kebaikan :
a. Kebaikan Moral
Kebaikan secara moral yang melaksanakan hukum sesuai hukum Allah. Sekalipun hidup telah ditebus oleh Allah, namun mematuhi Firman Tuhan menjadi tanggung jawab masing-masing pribadi. Hukum datang sebelum kasih, mengapa? Manusia harus mengenal aturan dulu sebelum kasih. Tanpa aturan, manusia akan dikuasai oleh kedagingan (terlalu bebas). Kebebasan tanpa kendali dapat membawa kepada kejahatan. Aturan hidup memagari kita dari yang tidak baik. Kebaikan moral tidak perlu selalu kelihatan di mata orang lain.
b. Kebaikan Praktis
Menerapkan kebaikan keluar daripada diri kita sendiri (didalam hubungan kepada orang lain). Orang sering kali menerapkan kebaikan untuk orang lain terlebih dulu daripada memperhatikan kebaikan moral lebih dulu (tidak seimbang) & menjadi korban dari dunia ini.
Menjadi baik dan melakukan kebaikan adalah 2 hal yang berbeda; Menjadi (lebih) baik adalah hasil usaha hidup baru yang di anugrahkan dari Allah kita saat kita bertobat dan lahir baru. Melakukan kebaikan adalah perbuatan yang dihasilkan dari dalam diri kita sebagai akibat atas perubahan tersebut. Berbuatlah kebaikan tanpa mengharapkan imbalan dari orang lain. Jangan pikirkan untung & ruginya. Tanpa berbuat kebaikan; kalimat "Tuhan yang akan berkati berlipat kali ganda" adalah hanya kekonyolan belaka.
Mengekspresikan kebaikan :
1. Ingat engau telah mendapatkan kebaikan tanpa syarat dalam hidup (2 KORINTUS 9 : 8).
Karena kita dengan mengekspresikan kebaikan kepada orang lain kita telah berbagi kepada sesama & karenanya kita tidak akan kekurangan. Hidup kita ini bukan semata karena uang, melainkan atas rahmatNya yang dicurahkan atas kita di waktu kita belajar akan kebaikan. Kebaikan apa yang ingin kau lakukan? - Lakukanlah untuk orang yang terdekat dahulu.
2. Lakukanlah yang benar untuk kepentingan orang lain tanpa syarat (FILIPI 2 : 4 - 5).
Kita tidak boleh menyerah untuk melakukan yang terbaik & dengan perilaku yang baik. Kedisiplinan membantu kita pada garis akhir yang lebih baik & memberi nilai pada kehidupan.
3. Peka pada sekeliling hidupmkita - orang lain dan lingkungan sekitar (KPR 9 : 6).
Memiliki kepekaan untuk orang lain. Tuhan tidak mau kita menjadi orang yang tidak peka karena ketidak pekaan akan menghalangi kita untuk membagikan kebaikan kepada orang lain.
Kekristenan selalu dikenal oleh dunia selalu memiliki kebaikan. Tujuan hidup kita adalah untuk berbuah, maka jangan kehilangan kebaikan. Berhati-hatilah dalam hidup karena kita melambangkan kebaikan Yesus dalam hidup kita. Berbuatlah kebaikan senantiasa. Gunakan talenta untuk kemuliaan Tuhan dan kebaikan bagi orang lain (Matius 25 : 21-23). AMIN
by: Ps. David Hanani M.